Minat Baca di Indonesia Makin Rendah, Apakah Penyebabnya?
Minat
Baca di Indonesia Makin rendah, Apakah Penyebabnya?
Melanda Haristiah
Rendahnya minat baca Indonesia sudah lama menjadi
suatu permasalahan. Dilansir dari Republika.co.id, data UNESCO menyebutkan
bahwa Indonesia merupakan negara dengan urutan kedua dari bawah dalam hal minat
baca masyarakat. Data ini secara spesifik menunjukan Indonesia menempati posisi
ke-69 dari 127 negara dalam hal literasi, dengan minat baca masyarakat
Indonesia, hanya 0,001%. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, hanya 1 orang
yang memiliki minat baca tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia
masih memiliki minat baca yang cenderung rendah.
Kondisi ini cukup memprihatinkan mengingat banyaknya
manfaat dari membaca buku. Seseorang yang rajin membaca tidak hanya sekedar
menambah pengetahuan saja namun juga mengubah pola pikir dan cara pandangnya.
Orang yang banyak membaca akan memiliki banyak kosa-kata sehingga ketika ia
sedang berbicara akan terlihat sekali perbedaan cara berbicara orang yang rajin
membaca dan orang yang jarang membaca.
Begitupun di sekolah-sekolah, minat membaca siswa
sangatlah rendah padahal membaca merupakan jantungnya pendidikan. Bahkan banyak
siswa yang tidak menyukai pelajaran bahasa Indonesia dengan alasan pelajaran
bahasa Indonesia mengharuskan banyak membaca. Tak hanya itu, saat membaca soal
pun banyak siswa yang langsung menebak-nebak saja jawabannya ketika melihat ada
wacana yang biasanya hanya berkisar 2-3 paragraf saja.
Padahal membaca akan membuat kita mendapatkan
pengetahuan tanpa batas. Dengan membaca pula seseorang akan membentuk pemahaman
yang kompleks di dalam otaknya sehingga akan lebih melekat diingatan. Jika
hanya mengandalkan penjelasan dari guru saja maka materi yang dikuasai oleh
siswa akan sangat minim. Begitu pentingnya membaca bagi dunia pendidikan.
Mereka yang jarang membaca dan memiliki pengetahuan yang rendah anak
mengakibatkan rendahnya produktivitas dan standar kehidupan masyarakat. Dalam
membangun peradaban suatu bangsa, maka rendahnya budaya membaca dapat menjadi sebuah
pemasalahan yang serius.
Penyebab rendahnya minat baca di Indonesia
salah-satunya adalah masih kurangnya ketersediaan bahan bacaan. Namun hal itu
bukanlah permasalahan satu-satunya mengingat kesadaran dan motivasi membaca
masyarakat dalam membaca merupakan hal utama dalam meningkatkan minat baca di
Indonesia. Selain itu, orang tua atau pun keluarga juga memeggang pengaruh
penting dalam budaya baca seseorang. Jika terlahir dalam keluarga yang minat
bacanya tinggi, seorang anak pasti akan rajin pula membaca. Namun jika orang
tua dan keluarga tidak mengaggap hal ini begitu penting maka anak tersebut akan
terlena dan semakin menurun minat bacanya.
Zaman sekarang kebanyakan orang tua sudah memberikan
gawai pada anak mereka yang masih di bawah umur. Gawai tersebut biasanya
digunakan untuk menonton youtube atau bermain game. Masyarakat lebih betah
memandangi layar ponsel mereka selama berjam-jam daripada membaca buku meskipun
hanya satu lembar. Hal ini cukup menjelaskan mengapa buku semakin jauh dari
gaya hidup masyarakat Indonesia.
Beberapa upaya dapat dilakukan untuk meningkatan
minat baca di Indonesia, antara lain dengan mengintegrasi
perpustakaan di tiap tingkatan daerah bahkan di desa-desa, bekerja sama dengan
posyandu untuk meningkatkan literasi anak usia dini, membuat program membaca
bagi siswa sekolah, dan memanfaatkan teknologi untuk mengakses bahan bacaan
elektronik.
Penanaman gemar membaca sejak dini adalah satu cara
menumbuhkan minat baca anak berkelanjutan. Orangtua adalah role mode
bagi anaknya. Jika demikian, orangtua harus rajin membaca dan menanamkan budaya
gemar membaca di dalam keluarga. Sehingga budaya baca menjadi kebiasaan
orangtua dan anak yang berkelanjutan.

Komentar
Posting Komentar