Arif Kurniawan Meraih Juara Cipta Cerpen di Peksiminas 2022

Arif Kurniawan Meraih Juara Cipta Cerpen di Peksiminas 2022

Karya Vita Alfina


    Pekan Seni Mahasiswa Nasional yang ke XVI baru saja usai terlaksana pada 25-28 Oktober 2022 di Universitas Brawijaya. Kabar menggembirakan datang dari kontingen mahasiswa Universitas Bengkulu yang menjadi perwakilan dalam kegiatan tersebut. Salah satu mahasiswa yang ikut dalam perlombaan Peksiminas ini ialah Arif Kurniawan yang berhasil menyabet Juara III Kategori Penulisan Cerpen pada Peksiminas tahun 2022.

    Arif merupakan salah satu mahasiswa semester 7 Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Bengkulu. Baginya Peksiminas merupakan wadah untuk dapat mengembangkan diri, tidak hanya sebatas berkompetisi namun juga menjadi ajang membangun persaudaraan dengan teman-teman dari berbagai daerah di nusantara yang memiliki minat yang sama di dunia sastra. Pencapaian ini tidak diraih serta merta, Arif sudah dari jauh-jauh hari menyiapkan diri untuk mengikuti ajang ini. Cerpen Riqqah berjudul “Mbah Marinah” yang diikutsertakan dalam Peksiminas dua tahun sebelumnya menjadi suatu dorongan yang menggugah semangatnya serta bertekad menuai kreativitas pada ajang yang sama.

    “Bagi saya pribadi, Peksiminas adalah puncak gunung yang mesti saya daki, agar bisa mendaki puncak-puncak selanjutnya yang jauh lebih tinggi” tutur Arif. Peksiminas menjadi jalan pintas Arif untuk menemukan banyak jalan dalam proses cipta dan karyanya. Peksiminas merupakan ajang besar dengan persaingan yang ketat dan tidak mudah, sehingga persiapan yang matang pun begitu diperlukan.

    Cerpennya yang berjudul “Tato-Tato Penghapus Dosa” bukanlah ide yang muncul dalam sekejap. Tentu dilandasi oleh survei dan observasi lapangan untuk menemukan ide cerita. Penulisan cerpen yang dilaksanakan bersama di tempat (on the spot) membuat Arif dengan cakap merampungkan data-data yang ia perlukan sebelum mengikuti lomba tersebut. Penguatan isi cerita ia peroleh dari banyaknya informasi dan tempat-tempat yang ia kunjungi sebelumnya yakni Kampung Warna-Warni.

    Setelah menerima banyak masukan dan arahan dari pelatihnya Amril Canrhas, dosen Pendidikan Bahasa Indonesia serta atas izin Tuhan, Arif dapat meraih Juara III Kategori Penulisan Cerpen Nasional. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk lebih kreatif, inovatif dan mengukir prestasi yang lebih banyak lagi di kompetisi-kompetisi sastra berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Opini : Lunturnya Rasa Bangga Terhadap Bahasa Daerah

Pertama Kali Ikut Lomba Fotografi Hitam Putih, Muhammad Riski Arifan Langsung Raih Juara Tingkat Nasional